Category: Perguruan

  • Ujian Nasional MA, Spirit Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

    Sarilamak (Inmas)–Seperti diketahui Ujian Nasional (UN) Tahun 2017 dilaksanakan dengan menggunakan dua model, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serta Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) dengan mengunakan naskah soal dan lembar jawaban UN berbasis kertas dan mengunakan pensil. Khusus untuk Madrasah Aliyah (MA) di Lima Puluh Kota seluruhnya menggunakan metode UNKP yang secara Nasional dijadwalkan mulai hari ini (10/04) sampai tiga hari kedepan.

    H. Ramza Husmen Kakan Kemenag Lima Puluh Kota disela-sela monitoring UN di Komplek MAS Darul Funun menjelaskan, UN merupakan kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara Nasional dengan mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan.

    Disamping itu hasil Ujian Nasional dapat menjadi bahan pemetaan prestasi peserta didik sekaligus pemetaan kompetensi tenaga pendidik di madrasah,oleh sebab itu saya berharap agar seluruh satuan pendidikan Madrasah untuk membuat analisis dari setiap proses penilaian yang dilakukan, harap Ramza.

    Disisi lain Ramza menghimbau, agar seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2017 dapat menyatukan tekad agar kualitas pelaksanaan Ujian Nasional dapat ditingkatkan dari tahun ketahun, mari kita sukseskan pelaksanaan ujian Nasional ini dengan menghindari segala bentuk manipulasi, mari kita jadikan Ujian Nasional ini sebagai momentum untuk menjauhkan praktek kecurangan, prestasi yes, jujur harus, moto Ujian Nasional tersebut merupakan internalisasi dari cita-cita mewujdukan generasi emas Indonesia 2025.

    Spirit Ujian Nasional harus dijadikan sebagai bagian ikhtiar mewujudkan Generasi Emas Indonesia dan saya pastikan madrasah berada di garda terdepan untuk mewujudkannya, pungkas Ramza.

    Hal tersebut diamini H. Irwan Kasubag Inmas Kanwil Kemenag Sumtera Barat beserta rombongan tim Monitoring UN MA Kanwil, secara umum kita berharap agar pelaksanaan UN MA berjalan dengan sukses tanpa kendala yang berarti. Harapan tersebut mensyaratkan seluruh pengelola UN MA untuk istiqomah sesuai dengan POS UN yang telah ditepakan. Disamping itu tentu kita juga berharap hasil akhir UN MA menempatkan peserta didik madrasah dapat bersaing dengan lulusan lembaga pendidikan lainnya, ujar pria mudah senyum ini.

    Sebelumnya H.Safrijon Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lima Puluh Kota dalam keterangan persnya menjelaskan, tahun 2017 terdapat enam MA di Lima Puluh Kota yang menjadi penyelenggara UNKP dari 12 MA yang ada. Tahun ini MA kita masih menggunakan metode UNKP karena kita masih melakukan berbagai persiapan untuk UNBK, kita targetkan dua tahun kedepan seluruh penyelenggaraan UN MA kita sudah berbasis komputerisasi, tukuk Putra Blok M ini.

    Dijelaskan juga bahwa pelaksanaan UNKP dimulai pada jam 10. 30 setelah UNBK dilaksanakan, terdapat bidang studi yang di ujian selama UNKP, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan materi pilihan sesuai dengan jurusan masing-masing. Untuk Lima Puluh Kota tercatat 108 peserta didik yang menjadi peserta UNKP yang berasal dari 12 MA dengan 6 MA sebagai penyelenggara, simpul Safrijon. Madrasah Lebih Baik (APP/Rina)

  • H. Zakaria : Pemilu OSIM PP Darul Funun Pentas Pembelajaran Berdemokrasi

    Sarilamak, (Inmas)–Organisasi Intra Madrasah (OSIM) merupakan bagian tak terpisahakan dari sistem pendidikan di madrasah. OSIM wadah untuk menampung berbagai minat dan bakat peserta didik, lebih dari itu OSIM merupakan bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan. Hukum alam memastikan bahwa kepemimpinan harus diwarisi antara generasi.

    Hal tersebut ditegaskan H. Zakaria Kasi Pd. Pontren Kemenag Lima Puluh Kota, Kamis (06/04) terkait kegiatan pemilihan ketua OSIM Pondok pesantren Darul Funun.

    Mendalam disampaikan, melalui kegiatan pemilihan ketua OSIM diharpakan akan lahir pemimpin OSIM PP Darul Funun memilki visi jauh kedepan, pemilihan tersebut sekaligus merupakan pentas bagi peserta didik untuk belajar berdemokrasi berkeadaban.

    “Yang menang jangan sombong, rangkul teman yang lain, begitu juga dengan yang kalah jangan patah arang, menang dengan kesatria, kalah dengan terhormat begitulah prinsip sederhana berdemokrasi yang harus tercermin di PP Darul Funun”, harap Zakaria.

    “Kantor (Kemenag Lima Puluh Kota Red) menudukung serta memberikan apresiasi atas terselengaranya pesta demokrasi di PP Darul Funun, saya berharap agar proses tersebut melahirkan hasil yang dapat memberi nilai lebih dalam meningkatkan kualitas pendidikan di PP Darul Funun”, tungkas Zakaria lagi.

    H. Adia Putra Pimpinan PP Darul Funun menjelaskan, pemilihan Ketua OSIM di lingkungan PP Darul Funun dilakukan melalui pemilihan langsung, dengan mengambil format pemilu, mulai dari sistim pendaftaran kandidat, tahapan kampanye, pemberian hak suara samapai penghitungan suara. Yang lebih menarik Adia menjelaskan dalam pemberian suara panitia menyiapkan kertas suara, bilik suara, kotak suara serta tinta sebagai bukti bahwa santri/wati telah menyalurkan haknya, ini sengaja dibuat semirip mungkin dengan pemilu agar santri/wati memilki pengalaman dalam pemilu, jelas pensiunan Kemenag ini.

    Pemilu Ketua OSIM sekaligus merupakan bagian dari praktek pendidikan karakter yang selama ini kita genjot bersama, melalui kegiatan pesta demokrasi ini saya berharap nilai-nilai karakter dapat diaplikasikan secara nyata dalam praktek sehari-hari santri/wati.

    Sebanyak 300 santri/wati mulai dari kelas VII hingga kelas XII semuanya wajib mengikuti jalannya proses pemilihan ketua OSIM yang digelar tersebut. Yuhilmi Waka Kesiswaan PP Darul Funun mengatakan pemilihan pengurus OSIM layaknya pemilu bertujuan untuk melatih dan mengenalkan kepada santri/wati agar mengetahui proses pemilu pada umumnya.

    Sementara itu, Wahid salah satu kandidat calon ketua OSIM mengatakan pemilihan ketua OSIM melalui cara seperti ini menurutnya lebih memberikan pengalaman dan pembelajaran tersendiri dalam berdemokrasi. Meski usia kami belum cukup untuk mengikuti kegiatan pemilu pada umumnya, setidaknya melalui kegiatan seperti ini, kami mendapatkan ilmu pendidikan cara berdemokrasi yang baik dan benar”, ucap santri kelas XI ini. (APP)|DW

    Sumber berita: https://sumbar.kemenag.go.id/berita/483644/h-zakari-pemilu-osim-pp-darul-funun-pentas-pembelajaran-berdemokrasi

  • Motivasi dari Rektor Universitas M. Natsir Dr. Muslim Suardi. M. Si

    Alhamdulillah, Rektor Universitas M. Natsir, Bapak Dr. Muslim Suardi. M. Si, Apt. berkenan memberikan motivasi kepada siswa MA kelas XII Darul Funun.

    Semoga apa yang disampaikan memberikan manfaat dan menjadi dorongan semangat untuk terus berprestasi.

  • Liko Pontren Cup Perdana Sukses, Ponpes Darul Funun Abasyiah Juara Umum

    Sarilamak (Inmas)–Kejuaran Bulu Tangkis antara santri tingkat Kabupaten Limapuluh Kota dengan label Pontren Cup I Liko Tahun 2017 dihelat dari tanggal 20-23 Maret 2017 berlangsung meriah dengan menyuguhkan pertandingan sengit setiap partai yang dimaiankan di Auala megah Kemenag Limapuluh Kota.

    Memasuki babak final Kamis (23/3) Pondok Pesantren Darul Funun Abasyiah keluar sebagai juara umum Liko Pontren Cup I Tahun 2017. Gelar juara umum didapat setelah pasangan ganda putra PP Darul Funun mejuarai nomor ganda putra, serta juara II pada ganda campuran. Atas raihan prestasi tersebut PP darul Funun berhak untuk membawa pulang piala bergilir Kakan Kemenag Lima Puluh Kota yang diserahkan Jumat (24/03).

    Ifkar Kasubag TU Kemenag Limapuluh Kota didampingi H. Zakaria Kasi Pd Pontren Kemenag Lima Puluh Kota disela-sela pemberian hadiah menyampaikan, apresiasi dan rasa bangga atas suksesnya pergelaran Liko Pontren Cup I Tahun 2017 yang digagas Seksi Pd. Pontren. Saya bangga karena kegiatan ini murni di sponsori oleh para pengiat Pondok Pesantren.

    Hal ini merupakan bukti nyata bahwa kebersamaan mampu melahirkan inovasi yang baik untuk terwadahnya kreativitas serta minat santri/wati, jelas alumni PGA Payakumbuh ini. Kedepanya saya berharap kegiatan Liko Pontren Cup dapat diteruskan untuk tahun-tahun selanjutnya, ini merupakan tradisi baru yang perlu dipertahankan serta ditingkatkan baik pada aspek kualitas maupun kwantitas, simpul kandidat Doktor IAIN Imam Bonjol Padang ini.

    Hal senada disampaikan Zakaria Kasi Pd. Pontren Kemenag Limapuluh Kota, atas nama panitia saya menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-setingginya kepada para donator yang telah mewakafkan materi, tenaga serta waktu untuk suksenya turnamen bergensi ini. Dijelaskan pula ide dasar kejuaran Liko Pontren Cup merupakan upaya untuk mencari serta terfasilitasinya talenta-talenta muda berbakat yang menjamur di Pondok Pesantren.

    Saya yakin bahwa para santri/wati memiliki berbagai kreativitas dalam berbagai bidang yang mereka tekuni, oleh sebab itu tugas kita semua ialah meyediakan wahana penyaluran kreativitas tersebut, kejuaran ini merupakan salah satu dari media tersebut, pungkas Bapak mudah senyum ini.

    Data yang dipublikasikan oleh bagian humas Panitia Liko Pontren Cup I 2017 berikut daftar pemenang kejuaran yang untuk pertama kalinya baru bergulir tahun ini. Ganda Putra juara I pasangan Ramadan dan Arda Hafizul dari PP Darul Funun, juara II Riki Lamen dan M.Al Amin dari PP Al-Kautsar, juara III pasangan Ainal Yaqin dan M.Efendi dari PP Assadiyah.

    Untuk Ganda Putri, juara I Desi Nurfia Fatimah dan Dwi Putri Amelia dari PP AL-Manar, juara II Ringga Restu Oktavia dan Kintan Puji Rahayu dari PP MTI Tabek Gadang, juara III pasangan Siti Hanifah dan Rahmi Gumita Putri dari PP Syech.Adimin Ar-Radji. Sedangkan di nomor ganda campuran, PP Al-Makmur Tungkar meraih jauara I melalui pasangan Riorahmat dan Annisa, pasangan Rahmatul Wahid dan Hafizah Alkairiyah dari PP Darul Funun keluar sebagai juara II, juraa III dikunci pasangan Joni Hidayat dan Maya Paramita dari PP MTI Tabek Gadang. Selamat terus berprestasi (APP/Rina)

    Sumber: https://sumbar.kemenag.go.id/berita/476661/liko-pontren-cup-i-2017-ponpes-darul-funun-abasyiah-juara-umum

  • Darul Funun Raih Juara Umum Pondok Pesantren Cup 1 se-Kabupaten Limapuluh Kota

    Alhamdulillah…!!!

    Selamat kepada para atlit yang bersumbangsih menjadikan Pesantren Darul Funun menjadi juara umum kejuaraan olah raga Pondok Pesantren Cup 1 se-Kabupaten Limapuluh Kota.

    Mens sana in corpore sano.
    Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.

  • Pompes Darul Funun; Bekali Santri Tentang Bahaya Narkoba

    Pondok Pesantren Darul Funun (PP DF)-Padang Japang merupakan salah satu pesantren dengan sejarah perjuangan yang sangat panjang bahkan sudah eksis sebelum kemerdekaan. Sekarang ini PP DF berdiri megah dengan berbagai sarana pendukung pendidikan dan berbagai torehan prestasi regional dan nasional .

    PP DF terus berpacu untuk menjadi rahim lahirnya generasi emas Indonesia yang ditandai dengan kemampuan Iman, Ilmu dan Karakter yang seimbang. Salah satunya (17/12) PP DF melaksanakan kegiatan penyuluhan bahaya narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) kepada seluruh santri/wati. H.Adia putra pimpinan PP DF menjelaskan kegiatan ini merupakan respon PP DF terhadap penyebaran serta penyalah gunaan narkoba yang sangat memprihatinkan.

    Kita semua melihat bagaiman bahaya narkoba sudah merusak seluruh lampisan masyarakat, seluruh golongan sudah diracuni oleh aktivitas penyalah gunaan narkoba, lanjut Adia Putra. hal tersut mengharuskan semua komponen untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan bahaya narkoba tersebut harap, tokoh masyarakat Padang Japang ini.

    Menukuk dijelaskan, melalui kegiatan ini diharapkan santri/wati untuk memahami bahaya serta dampak negatif yang dibawa oleh narkoba, saya berharap kepada seluruh santri/wati untuk memasang niat agar tidak sekali-kali mencoba terlibat dalam aktivitas penyalah gunaan narkoba, baik sadar maupun tidak sadar, sekali terlibat akan mengahcurkan masa depan kita, pungkas pensiunan Kemenag ini.

    Terpisah H.Zakaria Kasi Pd.Pontren Kemenag Lima Puluh Kota menjelaskan, bahaya narkoba merupakan bahya latin yang sudah merambah semua lini kehidupan, bahaya latin tersebut sudah tidak pandang bulu, oleh sebab itu saya ingin pastikan bahwa tidak ada santri/wati kita yang terlibat dalam aktivitas tersebut, santri/wati PP DF merupakan kader-kader terbaik bangsa yang menjadi harapan umat dan bangsa kedepanya.

    atas nama pribadi dan lembaga saya menyambut baik kegiatan penyuluhan tersebut, dengan harapan semoga out come dari kegiatan tersebut dapat menjadi benteng penyelamat genarasi muda dari bahaya latin narkoba terang Zakaria.

    Kapada seluruh santri/wati saya mengajak untuk tampil digarda terdepan sebagai pelopor gerakan anti narkoba di pondok pesantren, mari kita jadikan pondok pesantren sebagai corong gerkan perang terhap narkoba. Mudah-mudahan kedepanya kita dapat membangun sebuah pola gerakan bersama yang mampu menjadi sarana dakwah bersama, tutup pria mudah senyum ini.

    Kegiatan penyuluhan bahaya narkoba sendiri diikuti oleh ratusan santri/wati PP DF, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan satu hari penuh. Prestasi Yes, Narkoba No. (Dedi/APP)|Mira

    Sumber: https://sumbar.kemenag.go.id/berita/436675/pompes-darul-funun-bekali-santri-tentang-bahaya-narkoba

  • Praktek Manasik Haji PP Darul Funun : Dari Teori Menuju Praktek

    Sarilamak (Inmas)–Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta mensinergikan pengetahuan teori dengan praktek Haji. Setiap tahunnya Ponpes Darul Funun Padang Japang melaksanakan praktek manasik haji bagi santri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri Kelas X. Guru bertugas menjaga pos-pos dalam Manasik Haji, misalnya Pos Arafah, Muzdalifah, Pos Tahalul, dan lain sebagainya.

    Nasrullah salah satu guru pembimbing mengatakan bahwa “Kegiatan ini bertujuan untuk implementasi materi pelajaran Haji dalam mata pelajaran Fiqih. Kegiatan ini diselenggarakan tiap tahun, pada semester satu. Sehingga, pihak Pondok Pesantren membuat peralatan sendiri berupa miniatur Kabah.

    Praktek manasik haji ini dilaksanakan Minggu (6/11) bertempat dihalaman Pondok Pesantren Darul Funun dibimbing langsung oleh Bapak Adiaputra Pimpinan Ponpes Darul Funun Padang Japang serta dibantu oleh guru yang membidangi mata pelajaran Fiqih dan guru-guru lainnya. Praktek manasik haji ini bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang haji di usia dini, serta mengenalkan tata cara haji yang baik”.

    Lebih lanjut Adiputra menyampaikan, kegiatan praktek Haji merupakan upaya Pondok Pesantren untuk meningkatkan pemahamnan santri akan ibadah Haji yang secra teoritis telah diajarkan selama proses belajar dan mengajar. kita ingin santri tidak hanya memahami teorinya tapi juga menguasai prakteknya lanjuta Bapak mudah senyum ini.

    Menuduk disampaikan pula, para santri sangat antusias dengan kegiatan ini, karena seluruh rangkaian kegiatan manasik dilaksanakan dengan mengunakan alat peraga sesuai dengan standar yang aslinya. Harapan saya agar peserta yang mengikuti manasik haji ini dapat lebih menmahami pelaksanaan ibadah Haji secara holigistik, harap Adiaputra.

    Dihubungi terpisah Zakaria Kasi PD.Pontren Kemenag Lima Puluh Kota menyampaiakn, bahwa praktek manasik Haji di Ponpes Darul Funun diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman yang jelas tentang prosesi haji dan umrah serta pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.

    Kalau selama ini materi-materi manasik telah disampaikan dalam pembelajaran di kelas, dengan praktek secara langsung di lapangan para santri akan lebih memahami bagaimana cara-cara thawaf, sai, saat wukuf di Arafah, saat melempar jumrah, serta pelaksanaan wajib, dan rukun haji lainnya, untuk itu manfaatkan latihan ini dengan sebaik-baiknya. tegas Zakaria

    Kedepanya saya berharap agar kegiatan manasik Haji di Pondok Pesantren dapat dilaksanakan secara lebih baik lagi dengan melahirkan terobosan-terobosan baru, kita sedang mengodok konsep manasik Haji untuk santri, dengan konsep manasik haji serentak di tingkat Kabupaten, mudah-mudahan program ini dapat kita realisasikan tahun depan, pungkas Bapak pengemar olah raga ini. (BD/APP)|Mira

  • Ponpes Darul Funun, Limapuluh Kota Targetkan 100 Kader Jurnalistik

    Sarilamak, Inmas–Aula pertemuan Pondok Pesantren Darul Funun (DF), Minggu (21/08) sontak meriah dan dipenuhui santri, peserta pelatihan kader Jurnalistik. Diraut muka peserta tergambar rasa antusias untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan satu hari penuh. Para peserta seperti menemukan sumber mata air yang akan menghapus dahaga mereka tentang pengetahuan jurnalisme.

    H. Adia Putra Pimpinan PP Darul Funun dalam sambutanya menyampaikan, kegiatan pelatihan jurnalistik diharapkan mampu menjadi wahana bagi santri yang memiliki minat jurnalisme untuk mengembangkan potensi tersebut. Menukuk dijelaskan media merupakan alat untuk berdakwah yang harus dikuasai secara baik oleh para santri. Berdakwah akan jauh lebih efektif bila kita mampu menguasai media informasi yang ada, azamkan niat anak-anak semua untuk sungguh-sungguh menguasai media lanjut Bapak pensiunan Kemenag ini.

    Selanjutnya diurai kemampuan menulis, baik tulisan fiksi maupun non fisik bagi santri akan menjadi bekal dalam perjalanan kehidupan kedepanya. Bapak meyakini setiap santri/wati pasti memiliki potensi yang harus dikembangkan dan pelatihan hari ini merupakan bagian dari upaya memcetak kader jurnalisme yang handal, Darul Funun targetkan 100 Kader jurnalistik untuk tahun ini, pungkas Bapak mudah senyum ini.

    Pelatihan jurnalistik dengan tema Mengenal Jurnalistik; dari Praktek ke Teori, dalam pelaksanaanya peserta pelatihan dibagi menjadi empat kelompok. Dimana setiap kelompok ditargetkan dapat menerbitkan mading di akhir pelatihan. Mading tersebut setidaknya membuat sepuluh komponen yang sudah disepakati antara peserta dan nara sumber. Mading harus membuat, berita pendek, liputan khusus, profil tokoh, hasil wawancara, karikatur, puisi, hiburan, pengumuman, sambutan redaksi dan kosa kata dalam bahasa asing.

    Setelah menerima materi pelatihan dalam ruangan, para peserta langsung dituntun dalam praktek yang dilaksanakan diluar ruangan, mulai dari praktek membuat berita serta praktek fotografi. Selama proses pembuatan tugas (Mading_red) para peserta tampak didampingi nara sumber yang selalu membantu para peserta.

    Tepat pukul 15.30 seluruh kelompok telah menyelasaikan bahan mading mereka. Secara berjamaah dan didampingi nara sumber para peserta mengevaluasi seluruh hasil karya yang telah mereka kerjakan. Alfhia Parma yang didaulat sebagai nara sumber tampak sumringah dengan hasil pekerjaan peserta. Secara umum hasil dari pelatihan hari ini sangat memuaskan kita semua adik-adik peserta tinggal memperbanyak jam terbang dalam membuat berita, sehingga berita tersebut semakin hidup.

    Poin khusus untuk peserta yang memiliki bakat karikatur agar terus diasah dan dikembangkan, Kakak apresiasi bakat karikatur yang ada pada adik-adik peserta, terakhir Kakak mengajak seluruh peserta untuk terus berkarya dan berkaya terus. Kita semua memiliki tanggung jawab sejarah yang sama besar dalam mengukir prestasi di lembaga umat ini, pungkas mantan penggurus Lembaga Pres Mahasiswa Islam (Lapmi) ini. (APP/Rina)

    Sumber: https://sumbar.kemenag.go.id/berita/395788/ponpes-darul-funun-limapuluh-kota-targetkan-100-kader-jurnalistik

  • Pelepasan Alumni DFA 2015/2016 ke PTN/PTS

    Setelah upacara pagi Senin (5/9), pimpinan dfa Bapak Drs. Adiaputra didampingi majelis guru, secara resmi melepas alumni 2015/2016 memasuki perguruan tinggi, “Kami ucapkan syukur kepada Allah dan terima kasih kepada dfa yang telah memberi kami kesempatan meraih cita-cita yang akan kami raih”. sepatah kata dari perwakilan alumni yang disampaikan oleh Debi Noferantes.

    “Kami sangat bangga dengan apa yang diraih dfa saat ini, karena lulus tidak perguruan tinggi di daerah saja melainkan ada juga yang di Jawa, bahkan sampai ke luar negeri, ini seharusnya menjadi contoh yang akan diikuti adik-adiknya nanti, juga harus tetap istiqomah dalam mengejar cita-cita dan memajukan negeri. Alumni diharapkan selalu menjaga hubungan dan silaturahmi agar memudahkan adik-adik memasuki perguruan tinggi nantinya.” ujar Bapak Adi. (debi)

  • POSPENAS Tingkat Kabupaten Limapuluh Kota

    Dalam sebuah kompetisi, semangat adalah salah satu modal dasar untuk maju. Percaya Diri adalah sikap yang akan mengiringi langkah seseorang untuk menggapai apa yang diharapkan dari sebuah kompetisi. Jadi bersemangatlah dalam berkompetisi yang diiringi oleh rasa percaya diri. Jangan kalah sebelum bertanding.

    Sarilamak, (Inmas). Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota H. Gusman Piliang pada pembukaan Seleksi Pekan Olah Raga Dan Seni Santri Nasional (POSPENAS) Tingkat Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (30/07) dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Funun El Abbasiyah Padang Japang.

    Dalam arahan dan sambutannya Gusman juga mengatakan bahwa santri Pondok Pesantren harus mampu bersaing dalam segala bidang, bukan hanya dalam bidang agama. Santri Pondok Pesantren adalah mereka yang akan menjadi panutan ditengah-tengah masyarakat. Teruslah kembangkan diri dan potensi yang ada agar tidak canggung dalam bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat nantinya.

    Gusman juga menompangkan harapan kepada seluruh peserta seleksi agar menjunjung tinggi sikap sportifitas dalam berkompetisi. Semoga dengan seleksi ini akan lahir santri-santri yang akan mengharumkan nama Kementerian Agama Limapuluh Kota di kancah Provinsi dan Nasional nanti, tutup Gusman.

    Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Zakaria selaku Ketua Panitia Seleksi menyatakan seleksi ini dilakukan guna mencari bibit-bibit yang akan dibawa nanti pada Pospenas Tingkat Propinsi. Seleksi ini sengaja kita angkatkan guna melihat potensi yang ada pada santri kita. Image selama ini yang menunjukan bahwa santri Pondok Pesantren hanya berkutat pada kitab-kitab tak berbaris akan kita tunjukkan disini. Santri Pondok Pesantren juga punya skill yang handal dibidang olah raga dan seni, jelas Zakaria. Menurut putra Tanah Datar ini juga menjelaskan bahwa ada 162 santri yang berebut tiket ke tingkat propinsi dari tiga cabang lomba olah raga dan lima cabang lomba seni. Dari 12 Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota Alhamdulillah semuanya ikut ambil bagian.

    Kita sangat mengapresiasi antusias santri dan para guru kita. Semoga dengan seleksi yang kita adakan akan menelurkan santri-santri yang memilki daya saing yang tinggi dibidang olah raga dan seni, tutup Zakaria.

    Dikutip dari informasi yang disampaikan oleh beberapa panitia ada delapan macam cabang yang diperlombakan yaitu Badminton, Tenis Meja, Takraw, Kalighrafi, Seni Lukis Islami, Pidato Tiga Bahasa, Cipta dan Baca Puisi, dan Stand Up Comedy Islami. Semua peserta yang dinyatakan lulus oleh panitia akan dilakukan pembinaan ulang terlebih dahulu.

    Jika memungkinkan, maka mereka akan ikut berkompetisi nanti pada Pospenas Tingkat Provinsi yang akan digelar pada 8 sampai 10 Agustus 2016 Mendatang di Padang. (Nina)

    https://sumbar.kemenag.go.id/berita/387563/gusman-piliang-buka-pospenas-tingkat-kabupaten-limapuluh-kota