Category: Perguruan

  • Pengasapan Jentik Nyamuk

    Pengasapan Jentik Nyamuk

    Pengasapan Potensi Jentik Nyamuk Demam Berdarah di kawasan Perguruan dan sekitarnya

    pada minggu lalu. @ Perguruan Darul Funun

  • Perpisahan Kelas XII Darul Funun El-Abbasiyah 2018

    Perpisahan Kelas XII Darul Funun El-Abbasiyah 2018

    Alhamdulillah, pada hari rabu, tanggal 2 Mei 2018 Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah melepas kembali anak didiknya dari kelas XII berjumlah 37 orang.

    Dari 37 siswa tersebut, 17 diantaranya lulus dalam PMDK di universitas negeri, yakni UNP, UIN Raden Intan Bandar Lampung, UIN Imam Bonjol Padang dan IAIN Bukittinggi.

    Semoga Allah meridhai dan mempermudah urusan siswa-siswa Perguruan Darul Funun, khususnya ke 37 siswa yang lulus dalam menjalani perjalanan hidup selanjutnya.

    Terimakasih diucapkan kepada semua dewan guru, komite dan yayasan atas partisipasinya untuk Darul Funun yang lebih baik.

  • Ponpes Darul Funun “Baralek Gadang”

    Sarilamak (Inmas). Ambarawa dan beberapa bendera kebesaran lainya tegak menjulang hampir disetiap sudut kampus Darul Funun Padang Japang (2/05). Para santri/wati tampak sibuk melakukan berbagai persiapan. Para orang tua santri/wati dan tamu undangan lainya mulai memadati pondok pesantren yang telah berusia lebih satu abad ini. Acara perpisahan dengan santri kelas XII menjadi tema kegiatan “Baralek Gadang” yang dihadiri oleh Kepala Kemenag Lima Puluh Kota, anggota DPRD Lima Puluh Kota, pengurus yayasan Darul Funun, serta udangan lainya.

    H.Adia putra Pimpinan Darul Funun dalam sambutnya menyampaikan, kegiatan perpisahan ini merupakan kegiatan mengembalikan santri/wati kepada orang tua mereka. “Setelah enam tahun amanah yang bapak/ibu berikan kepada pihak pondok telah kami lakukan semaksimal mungkin dalam rangka mendidik para santri/wati yang ada”, terangya.

    Disamping itu Adia Putra juga menjelaskan bahwa pradigma pendidikan yang diterapan di Darul Funun menintegrasikan ilmu kedalam Al-Quran dan Sunah, para santri/wati selalu saya ingatkan agar berpacu untuk menguasai berbagai disiplin ilmu, tapi perlu digaris bawahi seluruh ilmu tersebut harus dikawal oleh keimanan yang bersumber ajaran agama, detil pensiunan Kemenag ini.

    Adia Putra juga mengekspos berbagai capain prestasi yang telah diraih oleh keluarga besar Darul Funun dalam lima tahun terakhir, prestasi tersebut tidak hanya ditingkat regional tapi sudah samapai ke level Nasional, baik dibidang seni, sain dan olah raga tak terhitung lagi santri kita yang menorehkan prestasi, simpul Bapak energik ini.

    H.Ramza Husmen Kakan Kemenag Lima Puluh Kota dalam arahanya menyampaikan, bahwa prestasi yang telah diukir oleh Darul Funun merupakan fakta sejarah yang telah mengharumkan nama Lima Puluh Kota sampai kelevel Nasional, bahkan ada satu kembagan saya lulusan Darul Funun dua tahun lalu mendapat beasiswa di Al-Azhar Cairo, ini merupakan prestasi yang harus  dipertahan dan ditingkatkan lagi, harap Ramza.

    Disisi lain terkait dengtan gagasan agar Padang Japang dikembangkan sebagai “Kampung Santri”  Ramza sangat mengapresiasi gagasan tersebut “Saya dari kecil sudah kenal dengan nagari Padang Japang, dari semenjak zaman penjajahan sampai hari ini nagari Padang Japang adalah nagari yang paling banyak memilki pondok pesantren, madrasah atau sekolah agama lainya”. Menurut hemat saya gagasan tersebut perlu kita wujudkan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilki, terang Ramza.

    Terakhir kepada santri/wati yang sebentar lagi akan meningalkan pesantren ini saya berpesan “sekali santri seumur hidup tetap santri, dimanapun nantinya ananda semua mengabdi tapi ingat karakter yang telah ditempa selama di Darul Funun tidak boleh tergadaikan oleh apapun”.  Profil ideal lulusan Darul Funun ialah muslim yang kuat imanya, tinggi ilmunya serta berakhlakulkarimah, pungkas putra Kamang ini.

    Kegiatan perpisahan dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreasi yang disunguhkan oleh para santri/wati secara bergantian.Selamat (APP)

  • Tradisi Terjaga, Inovasi Menggelora

    Sarilamak, Inmas – Bersamaan dengan kegiatan monitoring Ujian Nasional Berbasis Komputer (UN-BK) di MTsS Darul Funun Padang Japang (23/04). H.Ramza Husmen Kakan Kemenag Lima Puluh Kota menyempatkan diri untuk mengali sejarah besar Perguruan Darul Funun El Abbasiyah (DFA) yang membawahi pendidikan jejang MTs dan MA.

    H.Adia Putra Pimpiman Perguruan DFA menjelaskan, pada tahun 1875 Syekh Abdullah merintis berbirinya Perguruan DFA melalui pengajian yang dikenal dengan surau Godang atau pengajian Syekh Datuk Jabok. Dengan tujuan sebagai sarana dakwah Islamiyah melalui pendidikan Islam yang Kaffah yang disertai dengan semangat perjuangan untuk kemerdekaan. Menurut hemat saya lanjut pensiunan Kemenag ini, Syekh Abbas Abdullah telah menanamkan visi yang jauh kedepan, bagaimana Perguruan DFA diharapkan dapat berkembang jauh dalam dunia Pendidikan Islam dari masa ke masa.

    Dijelaskan pula saat ini Perguruan DFA memiliki komitmen  kuat untuk istiqomah menjaga tradisi kepesantren dengan tetap mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Upaya tersebut tentu memiliki tantangan tersendiri “Bagaimana kita dapat menjaga tradisi kepesantrean ditengah pusaran golabalisasi yang menuntun kita untuk berinovasi”, terang Bapak energi ini.

    Disisi lain Adia Putra menjelaskan, bahwa dalam dua dasawarsa terakhir Perguruan DFA telah tumbuh dan berkembang menjadi rujukan pendidikan Islam yang berkualitas, prestasi santri/wati sudah mengeliat baik dilevel Regional maupun di pentas Nasional, satandar sarana dan prasarana juga sudah jauh meningkat dengan berdirinya Rusunawa di komlek Perguruan DFA. Begitu juga dengan peringkat Akreditasi madrasah yang untuk kedua tingkatnya bernila B, target kita dua tahun kedepan Akreditasi kita naik menjadi A, simpul Adia.

    Hal tersebut diamini oleh H.Ramza Husmen Kakan Kemenag Lima Puluh Kota, saya atas nama pribadi dan pimpinan lembaga merasa bangga dengan berbagai capain prestasi yang telah ditorehkan oleh Perguruan DFA dalam dua dasawarsa terakhir. Saya menyadari bahwa menjaga tradisi dan mengelorakan inovasi merupakan pekerjaan yang penuh tantangan. Tapi semangat ikhlas, kerjasama, kerja keras serta kekuatan visi lembaga dapat melahirkan prestasi yang diharapan, terang Ramza yang juga mengelola Pondok Pesantren YATI Kamang ini.

    Secara berseloroh Ramza melanjutkan “Sama dengan saya, sejak awal juga mengelola Pondok Pesantren, “saya merasakan pahit manisnya, bagaimana sulitnya menjaga eksistensi lembaga pendidikan ini”. Jadi sangat wajar kalau saya terkesan sekaligus terharu dengan sejarah panjang perjuangan Perguruan DFA yang saat ini telah berkembang menjadi kampus favorit di Suamatera ini.

    Kedepanya saya berharap agar seluruh stakeholder Perguruan DFA dapat tetap menjaga mutu pendidikan dengan melakukan berbagai terobosan inovasi yang merupakan keniscayaan dalam dunia global, tapi perlu saya ingatkan sekali lagi bahwa tugas kita dalah mengawikan tradisi dengan inovasi secara seimbang, simpul lulusan Magister Ilmu Pendidikan UNP ini. (APP)

    Sumber: https://sumbar.kemenag.go.id/post/5adff5a6a4a5f/tradisi-terjaga-inovasi-menggelora.html

  • DFA Juara Umum Pontren Cup 2018

    Penyerahan Piala Umum Pontren Cup 2018 Kab. Limapuluh Kota.

    Darulfunun El-Abbasiyah kembali dinobatkan sebagai juara umum Pontren Cup 2018 seperti tahun sebelumnya.

    Pertandingan olahraga yang terdiri dari berbagai cabang olahraga ini menjadi agenda tahunan Kandepag Limapuluh Kota dengan tujuan memeriahkan aktivitas kegiatan pesantren dan juga membina olahraga dilingkungan pesantren.

    Kegiatan yang diikuti oleh pesantren-pesantren se-Limapuluhkota ini juga menjadi ajang silaturahmi pesantren dan khususnya para siswa.

  • Pontren Cup II Tahun 2018 di Darulfunun

    Sarilamak (Inmas). Kejuaran bulu tangkis antra Pondok Pesantren sekabupaten Lima Puluh Kota dengan label Pontren Cup II Tahun 2018 (20/02) secara resmi ditabuh H.Ramza Husmen Kakan Kemenatg Lima Puluh Kota. Acara pembukaan dipusatkan dikomplek Pondok Pesantren Darul Funun Padang Japang dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kemenag Lima Puluh Kota.

    H.Adia Putra Pimpinan Pondok Pesantren Darul Funun menyampaikan, ucapan terimakasih kepada Kemenag Lima Puluh Kota yang telah mempercayai Darul Funun sebagai tuan rumah kejuaran bulu tangksi “super seris” tersebut. Dihadapan ratusan santri/wati Adia mengajak seluruh komponen Pondok Pesantren untuk menjadikan ajang Pontren Cup II ini sebagai ajang silarurrahim keluarga besar Pondok Pesantren di Lima Puluh Kota. Disamping itu Bapak karismatik ini mengajak seluruh tim untuk bertanding dengan semangat sportifitas, “selamat bertanding dan jaga sortifitas dalam bertanding”, pungkasya.

    Sementara itu H.Zakaria Kasi Pd.Pontren Kemenag Lima Puluh Kota menjelaskan, kejuaran Pontren CUP II Tahun 2018 ini merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 Pontren Cup I dilaksanakan di kantor Kemenag Lima Puluh Kota, dimana Pondok Pesantren Darul Funun keluar sebagai juara umum. Dengan status juara umum tersebut Darul Funun berhak menjadi tuan rumah tahun ini. Kesepakatan seperti ini akan terus diterapkan,” siapa yang menjadi juara umum tahun ini dipastikan tahun depan akan menjadi tuan rumah, ulas Zakaria.

    Lebih lanjut Zakaria menjelaskan, kejuaran Pontern Cup memperebutkan piala bergilir kepala Kantor kementeria Agama Lima Puluh Kota dengan ketentuan, tim yang mampu tiga kali berturut-turut menjadi juara umum, piala bergilir tersebut akan menjadi piala lepas. Kedepanya kegiatan Pontren Cup ini akan terus dilaksanakan dan dikembangkan kearah yang lebih baik lagi, harap suami tercinta Anti Aina ini.

    H.Ramza Husmen Kakan Kemenag Lima Puluh Kota dalam arahanya menyampaikan, apresiasi serta rasa bangga atas terlaksananya kegiatan Pontren Cup II ini, kegiatan seperti ini merupakan terobosan sekaligus inovasi yang perlu didukung secara bersama. Pontren Cup merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara mandiri oleh pengiat pondok pesantren. Oleh sebab itu lanjut Ramza “Kita harus merubah pola pikir dalam bekerja tidak semua kegiatan dapat dianggarkan dalam DIPA Kemenag”, tapi bukan berarti kegiatan tanpa dukungan anggaran tidak bisa dilaksanakan dengan baik, buktinya Pontren Cup dari tahun-ketahun pelaksanaanya tetap sukses, imbuh putra Kamang ini.

    Disisi lain Ramza berharap agar santri/wati tumbuh dan berkembang menuju profil ideal seorang muslim sejati, “santri harus menguasai ilmu agama secara mendalam, santri juga harus memiliki kemampuan olah raga, seni dan keterampilan lainya sama baik dengan penguasan ilmu agama”. Santri/wati harus mahir berdakwah dari mimbar kemimbar namun santri/wati juga harus mahir berkiprah di labor sain. Oleh sebab itu saya mengajak seluruh komponen Pondok Pesantren untuk terus berikhtiar dalam meningkatkan kualitas serta kuantitas mutu pendidikan di Pondok Pesantren dengan melakukan berbagai pembahruan kearah yang lebih baik.

    Atas nama pribadi dan pimpinan lembaga saya sampaiakan selamat bertanding kepada seluruh peserta Pontren Cup II Tahun 2018 semoga meraih prestasi yang gemilang, pungkas Ramza.

    Kegiatan Pontren Cup II Tahun 2018 akan berlangsung selama tiga hari kedepan yang diikuti oleh dua belas tim terbaik.(APP)

  • Madrasah Aliyah memulai (tahun pertama) Ujian Nasional Berbasis Komputer di DFA

    Semoga para siswa dan guru diberi ketenangan dan persiapan yang matang dalam menghadapi Ujian Nasional berbasis Komputer.

  • Silat harumkan nama Darul Funun di Sumbar

    Penyerahan medali kepada peraih medali emas dan medali perak pada kompetisi silat tingkat Sumbar di Padang Panjang, dimana Darul Funun el-Abbasiyah meraih satu medali emas dan dua perak.

  • Workshop Kurikullum 2013 di DFA

    Alhamdulillah pada tanggal 15/07 telah diadakan Workshop kurikullum 2013 di Darul Funun El-Abbasiyah.

    sumber: FB Ustadzah Fatmadian Nela